Dulu kelas 6 SD, gue pernah bawaain ini puisi pas lomba Pramuka. Aneh kan Pramuka pake ada puisi segala -_-
Puisi karya Khairil Anwar yang bercerita kurang lebih tentang perjuangan. Dalam puisi ini kita diminta untuk selalu berjuang dan juga tidak boleh lupa kepada pahlawan. Kita diminta untuk mengenang jasa mereka yang bertempur tanpa meminta apa-apa kecuali kemerdekaan..
Puisi karya Khairil Anwar yang bercerita kurang lebih tentang perjuangan. Dalam puisi ini kita diminta untuk selalu berjuang dan juga tidak boleh lupa kepada pahlawan. Kita diminta untuk mengenang jasa mereka yang bertempur tanpa meminta apa-apa kecuali kemerdekaan..
KARAWANG BEKASI
(KHAIRIL
ANWAR)
Kami
yang kini terbaring antara Karawang Bekasi
Tidak
bisa teriak merdeka dan angkat senjata
lagi
Tapi
siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang
kami maju dan bertegap hati?
Kami
bicara padamu dalam hening di kalam sepi
Jika
dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang
tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa
yang kami bisa
Tapi
kerja belum selesai, belum apa – apa
Kerja
belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami
Cuma tulang – tulang berserakan
Tapi
adalah kepunyaanmu
Kaulah
lagi yang ditentukan nilai-nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah
jiwa kami melayang untuk memerdekakan
Kemenangan
dan harapan
Atau
tidak untuk apa-apa
Kami
tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah
yang berkata
Kami
bicara padamu dalam hening dimalam sepi
Jika
dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang,
kenanglah kami
Terus,
teruskan jiwa kami
Menjaga
Bung Karno
Menjaga
Bung Hatta
Menjaga
Bung Syahrir
Kami
sekarang mayat
Berilah
kami arti
Yang
tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beri
kami terbaring antara Karawang - Bekasi
No comments:
Post a Comment